18
Edisi 3 | Sep 2014
INTERVIEW
batik Omah Kembar. Sebab, batik
ini menggambarkan rumah kembar
Sang Raja Kretek Ki Nitisemito yang
dibelah oleh Kaligelis, sekitar 1 km ke
timur dari Menara Kudus.
Makanan khas Kudus, Lentog
Tanjung, juga menjadi inspirasi
terciptanya karya batik yang diberi
nama senada. Makanan khas lain
yang telah diabadikan dalam karya
batik, yaitu Jenang Kudus. Sedang
kawasan Gunung Muria memberinya
ide mencipta batik Parijoto.
‘’Karya batik, tidak berdiri sendiri.
Ia lahir sesuai dengan kondisi kota.
Demikian pula berbagai karya batik
saya hasilkan, yang berangkat dari
potensi-potensi yang ada. Ternyata
mempopulerkan khazanah sebuah
kota bisa dilakukan melalui batik,’’
katanya.
Dan, popularitas Alfa Batik Kudus,
kini tak lagi hanya dikenal di
Kudus saja, tetapi juga di dunia
internasional. Hal itu dibuktikan
dengan kunjungan beberapa tamu
dari luar negeri, seperti dari Jepang
dan Singapura.
Berkat batik pula, ia banyak bertemu
dengan tokoh-tokoh penting dan
kalangan selebritas, antara lain
Yultin Ginanjar Kartasasmita (Ketua
Yayasan Batik Indonesia), Linda
Agum Gumelar, Oscar dan Reggy
Lawalata. ‘’Dari dulu saya memang
suka batik. Koleksi batik saya yang
paling tua yaitu buatan tahun 1910,’’
ungkapnya. (
rsd
)